Belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang Artritis Reumatoid. Dari kalangan dokter pun, masih ada yang salah mengategorikan penyakit autoimun ini sebagai rematik biasa. Akibatnya, penyakit ini ditangani dengan cara yang tidak tepat. Jika tidak ditangani, pasien Artritis Reumatoid akan mengalami penurunan kesehatan secara menyeluruh, bahkan usia harapan hidupnya bisa memendek dari lima hingga 15 tahun. Dalam peluncuran program CERMATI AR hasil kerjasama antara Perhimpunan Reumatologi Indonesia dan Roche Indonesia pada tanggal 13 Maret 2015 di Jakarta, dr. Bambang Setiyohadi SpPD-KR menjelaskan tentang dampak dari Artritis Reumatoid, “Apabila tidak ditangani sedini mungkin, penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan yang permanen serta meningkatkan kemungkinan menderita penyakit jantung dan pembuluh darah di kemudian hari. Pasien Artritis Reumatoid juga rentan mengalami depresi akibat rasa nyeri kronik dan keterbatasan aktivitas sehari-hari".
Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun yang mengakibatkan peradangan dalam jangka waktu yang lama pada sendi. Penyakit autoimun adalah kondisi saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri. Penyakit ini menyerang persendian dan anggota gerak sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kaku pada sendi, tulang, otot, dan jaringan ikat. Hingga saat ini, penyebab penyakit ini belum diketahui namun sistem kekebalan tubuh dan infeksi virus Epstein Barr (EBV) merupakan salah satu faktor penyebabnya. Kuncinya, waspada dengan gejala-gelaja penyakit ini.
Aprilia Ramadhani
Foto: TPGNews



