Benang Merah memliki makna mendalam bagi sang desainer. Menurut Biyan, awal mula koleksi ini tercetus dari segala rangkuman pengalaman hidupnya. Misalnya saja dari berbagai kejadian buruk dan caranya mengubah keadaan tersebut menjadi sesuatu yang menginspirasi.
“Ada sebuah evolusi dalam setiap fase perjalanan hidup manusia yang membentuk dan menempa karakter manusia itu sendiri. Berbagai pengalaman tersebut dirangkum dalam suatu kesatuan yang dinamai Benang Merah,” ungkap Biyan.
Dalam koleksinya kali ini Biyan menghadirkan sesuatu yang berbeda. Sebanyak 102 set busana hadir dengan warna dinamis. Ragam warna seperti merah, coral, biru indigo, fresh mint, dan olive dikombinasikan off-white, beige, gold, silver dan hitam. Material mewah seperti lame jacquard dengan campuran tekstur lace dipadukan bahan denim dan linen. Biyan terinspirasi dari kain Chintz dari Gujarat, India, yang memiliki pengaruh besar terhadap beberapa motif pewarna celup kain batik.
Harmonisasi indah yang direalisasikan Biyan bukan berarti tanpa proses. Persiapan hampir tujuh bulan penuh trial dan error, hingga akhirnya koleksi ini bisa kita nikmati.
Foto: Davy Linggar Photography









