Komik silat bukan barang langka di Indonesia. Komik itu kerap kali menemani perjalanan hidup ketika terutama ketika kita masih kecil dulu. Mira Lesmana, seorang produser, termasuk golongan itu. Namun tak sedikit orang tua yang melarang anak mereka membaca komik karena dianggap membawa pengaruh buruk. Bedanya, Mira justru tumbuh di sebuah keluarga yang menyukai komik silat. Di sore hari, garasinya akan penuh dengan teman-teman yang bersembunyi dari orang tua mereka untuk membaca komik silat koleksinya adiknya, Indra Lesmana.Kecintaan Mira pada komik silat yang akhirnya menghasilkan sebuah film bergenre ini, Pendekar Tongkat Emas. Mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan bukan pekerjaan yang mudah. Di era tahun 1990-an, baik komik maupun film silat Indonesia hilang di pasaran. Namun Mira belum menyerah. Setelah hampir delapan tahun mencoba menjadi mitra untuk dapat memproduksi film silat, Miles Films akhirnya menadapat sambutan dari KG Studio pada tahun 2012.
Untuk mewujudkan mimpinya menjadi sebuah cerita film layar lebar, Mira dan Ifa Isfansyah, yang kemudian menjadi sutradara film ini, membuat garis besar cerita. Setelah itu, dua penulis skenario senior, Jujur Prananto dan Seno Gumira Ajidarma, menggodok cerita tersebut.



