Destinasi pertama yang didatangi Firly adalah Danau Weekuri. Danau air asin ini sangat jernih sampai dasarnya pun terlihat. Sayang jika pengalaman ini tidak diabadikan. Selfie time! Pantai Mandorak di Sumba Barat menjadi tujuan ke dua Firly. Selain menikmati pantai, di sana, Firly juga bertemu dengan anak-anak asli Sumba. Mereka tampak ceria, menikmati hari-hari mereka sebagai anak-anak. Bermain dan bersenda gurau. Padahal, untuk ke sekolah setiap harinya, mereka harus berjalan kaki enam kilometer tanpa sandal!Bukit Wairinding yang merupakan salah satu lokasi syuting film Pendekar Tongkat Emas di Sumba timur tentu tidak boleh dilewatkan. Bukit yang hijau bisa terlihat sejauh mata memandang. Rasanya hati langsung menjadi damai.
Walau alamnya indah luar biasa, wisatawan mungkin menemukan kesulitan saat berada di sini. “Sumba masih ‘hijau’ sekali,” ujar Firly. Sarana dan prasaran seperti jalan dan penerangan tidak dalam kondisi prima. Untuk menemukan lokasi-lokasi yang indah itu pun sulit, jika tidak ditemani oleh pemandu yang benar-benar mengerti daerah sana. Jangankan mencoba mencari daerah menggunakan GPS, sinyal untuk menelepon saja masih antara ada dan tiada. Lain halnya dengan penginapan. Hotel yang tersedia di Sumba sudah beragam, Anda tinggal memilih sesuai anggaran dan prioritas. Ada banyak hotel yang sengaja berlokasi di tempat terpencil dengan pemandangan menakjubkan untuk alasan privacy dan intimacy. Anda tinggal pilih, harga yang terjangkau atau mencengangkan?



