
Di tahun 2016, penikmat film boleh harap-harap cemas. Pasalnya, banyak novel laris yang diangkat ke layar lebar akan tayang pada tahun ini. Salah satunya adalah film berjudul “Room”. Novel laris karya Emma Donoghue yang berjudul sama ini selalu menarik perhatian saya setiap kali saya berada di toko buku. Label laris seolah menjadi jaminan kualitas cerita yang menarik yang patut untuk dibaca. Namun entah kenapa, saya selalu enggan membacanya. Mungkin karena sinopsis di belakang buku yang begitu mencekam.
Judulnya secara harfiah menceritakan film ini. Film bergenre drama ini bercerita tentang kehidupan Joy Newsome (Brie Larson) dan anaknya, Jack (Jacob Tremblay) yang berusia lima tahun dalam sebuah ruangan. Yang dibicarakan adalah ruangan tempat Joy dan Jack disekap oleh Old Nick. Jack yang lahir di dalam ruangan itu menganggap itu adalah dunianya, dunia luar adalah luar angkasa, televisi adalah kotak ajaib, dan orang lain tidak nyata ada dalam dunia. Sebuah kesempatan untuk melarikan diri dari penjara itu datang dan Joy tidak menyia-nyiakannya. Ia mengirim Jack untuk mencari pertolongan di dunia luar.
Kemerdekaan ternyata bukan akhir dari permasalahan. Kemerdekaan bisa juga menjadi penjara baru. Jack yang seumur hidup hanya mengenal satu ruangan merasa gagap melihat dunia luar. Sinar matahari begitu terang hingga menyilaukan mata, begitu banyak suara yang berseliweran hingga memekakkan telinga. Jack mendambakan dunia yang ia tahu, ruangan tempat ia dilahirkan.
Ruangan tempat Joy dan Jack ditahan seolah menjadi perumpamaan comfort zone kita. Walau dunia begitu luas dan memiliki banyak potensi serta mengundang banyak kesempatan, tak jarang ini terasa menakutkan. Kadang lebih menyenangkan berada dalam ruangan yang kecil namun sangat kita kenal daripada harus mengeksplorasi hal-hal baru yang memiliki kemungkinan menyakiti.
Seperti kata pepatah, dunia tak selebar daun kelor. Dunia tak hanya seluas satu ruangan. Begitu banyak kemungkinan yang bisa kita selami dan eksplorasi. Yang dibutuhkan hanya tekad dan keinginan untuk melangkah satu per satu, hari demi hari. Seperti Jack yang belajar terus menerus hidup di dunia yang baru ia kenal ini.
Lewat film ini, Larson mendapat pujian atas aktingnya. Beberapa penghargaan bergensi antara lain Golden Globe, Critics’ Choice Movie Award, dan SAG Award mengakuinya. Larson juga masuk nominasi Oscar untuk peran ini. Tak ketinggalan, aktor muda Tremblay juga memenangkan Critics’ Choice Movie Award untuk Best Young Performer. Sungguh film yang tidak boleh Anda lewatkan.




