.jpg)
Cerita PHK ternyata bukan hanya seputar peraturan ketenagakerjaan dan perhitungan pesangon. Martha Swissanto, seorang Independent HR Consultant, punya pengalaman menarik seputar PHK.
Pada saat perusahaan tempatnya bekerja sebagai Human Resources Director harus ditutup dan semua karyawan diberhentikan, pemikiran pertama adalah bagaimana karyawan yang kehilangan pekerjaan ini mendapatkan dukungan perusahaan secara maksimal dalam mencari pekerjaan.
Di hari kedua setelah pengumuman PHK, di mana proses industrial relations mulai berjalan, Martha memulai kerja sama dengan sebuah career consultant yang membantu karyawan untuk membuat atau merapikan CV dan mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan baru, termasuk bagaimana menghadapi wawancara dan konseling untuk mengatasi emosi negatif yang tak terhindarkan.
Tapi Ini bukan strategi baru. Banyak perusahaan melakukan hal yang sama dalam proses PHK. Bagaimana mereka mendapatkan pekerjaan baru dengan segera, itulah strategi yang harus dipikirkan dengan seksama.
Langkah pertama, Martha menyusun team HR menjadi Tim Transisi dan membaginya menjadi 3 kelompok yang akan men-support Technical Department, Marketing & Sales Department dan Support Function (HR, Finance, Legal). Berikutnya adalah mengontak sebanyak-banyaknya Human Resources Director baik yang dikenal maupun tidak dikenal, menjelaskan keadaan perusahaan dan menawarkan kualifikasi karyawan yang ada untuk mengisi kebutuhan di perusahaan tersebut. Penawaran hanya diberikan dalam bentuk job position dan kualifikasinya, tanpa memberikan nama untuk menjaga privasi karyawan.
[Baca juga tentang tip berganti karier di sini]
Ternyata gayung bersambut dengan baik. Banyak respons positif dari berbagai perusahaan dengan memberikan daftar posisi yang sedang dalam proses rekrutmen. Dengan proses yang sistematis, posisi yang tersedia dari berbagai perusahaan diumumkan kepada karyawan dan karyawan tinggal menentukan pilihan pekerjaan dan perusahaan yang diminati. Berdasarkan minat karyawan, HR team mempersiapkan CV karyawan dan dikirimkan kepada perusahaan tersebut langsung melalui Human Resources Director untuk memastikan kecepatan proses.
Hasilnya sangat menggembirakan. Proses tersebut berhasil mendapat respons dari 57 perusahaan dengan 350 vacant position tersedia. Karyawan sangat sibuk dengan proses interview dari berbagai perusahaan. Dalam dua bulan sejak langkah pertama dilakukan, 85% karyawan mendapat pekerjaan baru.
Tidak semudah yang tertulis, proses PHK tersebut bukannya tanpa kemarahan, tangis dan kepanikan, namun berakhir dengan happy ending. Bahkan karyawan mengadakan pesta perpisahan yang menyenangkan dan masih tetap kompak sampai sekarang.
Ketika ditanya apa kata kunci dari proses Happy Ending tersebut, Martha menjawab, “Jangan fokus pada kepanikan. Saat kita berpikir ‘Terus gue gimana’, kita biasanya langsung ‘beku’ dan berhenti berpikir.”
Pikirkan dengan jernih, fokuskan pada kepentingan orang banyak dan ambil langkah-langkah praktis agar hidup dapat terus berjalan.
[Baca juga pertanyaan sebelum melakukan PHK]



